Ta’aruf diarahkan pada keputusan pernikahan.
Sebelum mendaftar, mari pahami prosesnya
Ikhtiar mencari pasangan sebaiknya dimulai dengan arah yang jelas.
Orientasi singkat untuk membantu Anda memahami ta’aruf dari awal—tujuan, adab, keamanan, hingga kesiapan membuat CV dan menjalani prosesnya.
Anda tetap memegang keputusan di setiap tahap.
Kecocokan dinilai, bukan dipaksakan.
Data penting disampaikan secara bertanggung jawab.
Peta proses
Dari niat hingga keputusan
Pelajari setiap tahap. Klik bagian di bawah untuk melihat hal-hal yang perlu Anda pahami dan siapkan.
Pahami niat
Ta’aruf adalah jalan menuju keputusan menikah
Bukan ruang untuk menjalani hubungan tanpa arah. Sejak awal, kedua pihak hadir dengan niat mengenal secara terukur sebelum memutuskan lanjut atau berhenti.
- Tujuan hubungan jelas
- Boleh lanjut atau berhenti
- Tidak menjanjikan pasti berjodoh
Refleksi singkat
Apakah saya sudah siap memulai?
Tidak ada jawaban yang perlu dibuat terlihat sempurna. Gunakan lima pertanyaan ini untuk memilih langkah yang paling bertanggung jawab bagi diri Anda.
Saya berniat menjalani proses untuk menuju pernikahan, bukan sekadar mencoba atau mencari teman dekat.
Saya siap melibatkan orang tua, wali, atau keluarga ketika proses bergerak ke tahap yang lebih serius.
Saya siap menyampaikan data penting dengan jujur, termasuk kondisi kesehatan dan rencana setelah menikah.
Saya bersedia mengikuti alur, menjaga adab komunikasi, dan menghormati pendampingan fasilitator.
Saya memiliki ruang waktu dan kesiapan dasar untuk menikah apabila menemukan kecocokan.
Sebelum melangkah
Pertanyaan yang sering muncul
Jawaban ringkas untuk hal-hal yang biasanya ingin diketahui sebelum membuat akun dan CV ta’aruf.
Kunjungi platformTa’aruf sejak awal diarahkan untuk menilai kecocokan menuju pernikahan. Komunikasinya memiliki tujuan, batas, dan tahapan yang jelas. Jika tidak cocok, kedua pihak dapat berhenti tanpa harus mempertahankan hubungan yang tidak lagi memiliki arah.
Tidak langsung. Anda perlu membuat akun, melengkapi CV ta’aruf, dan mengikuti verifikasi. Setelah profil siap, proses pencarian dan pengajuan ta’aruf mengikuti mekanisme platform serta persetujuan pihak terkait.
Informasi yang membantu menilai kecocokan ditampilkan melalui profil. Nomor WhatsApp, akun media sosial, dan informasi keluarga yang sensitif tidak langsung dibuka. Informasi pribadi diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan proses.
Ya. Fasilitator membantu menjaga alur komunikasi, mengarahkan pembahasan penting, dan mendampingi proses pengambilan keputusan. Fasilitator tidak menentukan siapa yang harus Anda pilih.
Boleh. Ta’aruf bukan janji pernikahan. Anda dapat memutuskan berhenti jika menemukan ketidakcocokan, selama disampaikan dengan jujur, santun, dan melalui alur yang telah disediakan.
Tidak. Nadzhor adalah kesempatan melihat dan mengenal calon secara langsung dalam batas yang dibenarkan, idealnya dengan pendampingan keluarga. Setelah itu, kedua pihak masih dapat memutuskan lanjut atau berhenti. Khitbah atau lamaran adalah tahap berikutnya ketika sudah ada keputusan untuk melanjutkan.
Siapkan email dan WhatsApp aktif, foto terbaru yang jelas dan sopan, data pribadi, informasi keluarga, riwayat pendidikan dan pekerjaan, gambaran karakter, visi pernikahan, kriteria pasangan, kondisi kesehatan yang perlu diketahui, serta rencana tempat tinggal setelah menikah.
Tidak. Platform membantu menyediakan jalur ikhtiar yang lebih aman, terarah, dan didampingi. Kecocokan, keputusan, serta hasil akhirnya tetap dipengaruhi banyak hal dan tidak dapat dijanjikan oleh siapa pun.
Jika sudah memahami prosesnya